Nyiurpos.com, MANADO – SMP Negeri 10 Manado resmi menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 bagi 288 siswa baru, Senin (13/7/2026).
Kegiatan diawali dengan upacara bendera Merah Putih dan berlangsung dengan konsep MPLS Ramah yang mengedepankan kenyamanan, keamanan, serta pembentukan karakter peserta didik.
Sebanyak 288 siswa baru terbagi dalam sembilan rombongan belajar (rombel), masing-masing berisi 32 siswa. Seluruh kuota telah terpenuhi pada tahap kedua Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), sehingga tidak dilakukan penerimaan tahap ketiga.
Kepala SMP Negeri 10 Manado, Daiby C. Tampi, S.Pd, membuka secara langsung kegiatan MPLS. Ia menjelaskan, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado tidak menghadiri pembukaan karena tengah melakukan pemantauan MPLS di sejumlah sekolah.
“Dari Dinas sudah ada surat pemberitahuan. Mereka akan melakukan pemantauan MPLS ke sekolah-sekolah mulai 13 hingga 17 Juli. Jadi bisa saja datang hari ini, besok, atau lusa. Untuk itu pihak sekolah tetap bersiap,” ujar Daiby.
Ia menegaskan, konsep MPLS Ramah diterapkan agar seluruh siswa baru merasa nyaman sejak hari pertama berada di lingkungan sekolah.
“Kami ingin ketika anak-anak menginjakkan kaki di sekolah ini, mereka merasa nyaman, aman, senang, bahagia, dan tidak ada kekerasan. Kami hanya mengikuti aturan yang telah ditetapkan Kementerian Pendidikan,” katanya.
Selain memperkenalkan lingkungan sekolah dan tata tertib, MPLS juga menjadi sarana menanamkan nilai-nilai karakter kepada peserta didik.
Suasana penyambutan berlangsung hangat dengan penampilan musik Masamper dan lagu-lagu penyambutan. Orang tua siswa turut dilibatkan dalam seremoni penyerahan anak kepada pihak sekolah sebagai bentuk kolaborasi dalam proses pendidikan.
Momen tersebut juga sejalan dengan Gerakan Ayah Teladan Indonesia, yang mendorong keterlibatan orang tua dalam mendampingi anak di hari pertama sekolah.
Lagu daerah seperti Opo Wana Natase dan Kota Manado, serta lagu nasional Padamu Negeri, turut mengiringi rangkaian kegiatan yang dihadiri para guru dan orang tua siswa.
Dalam kegiatan tersebut, orang tua juga membacakan materi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba. Selanjutnya, para siswa baru membacakan tata tertib sekolah dan menandatangani surat pernyataan kesediaan mematuhi seluruh aturan yang berlaku.
“Keberhasilan anak bukan hanya tugas sekolah. Dibutuhkan kerja sama antara orang tua, anak, dan pihak sekolah agar pembentukan karakter berjalan baik demi masa depan anak-anak kita,” tegas Daiby.
Ia berharap seluruh siswa dapat mengikuti rangkaian MPLS selama lima hari dengan baik. Orang tua juga diminta memperhatikan kondisi kesehatan serta asupan makanan dan minuman anak selama mengikuti kegiatan.
Selama pelaksanaan MPLS, sekolah turut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi, di antaranya Polsek Mapanget, Lembaga Perlindungan Anak (LPA), dan Badan Narkotika Nasional (BNN), guna memberikan edukasi tentang keamanan, perlindungan anak, serta bahaya penyalahgunaan narkoba.(pri)










Tim Redaksi