Nyiurpos.com – TARAKAN — Anak perusahaan PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI), yakni PLN Energi Gas, resmi mengoperasikan fasilitas penyimpanan dan regasifikasi Liquefied Natural Gas (LNG) di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Senin (13/10/2025).
Proyek strategis ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat keandalan pasokan listrik di wilayah perbatasan utara Indonesia yang selama ini bergantung pada gas pipa dari lapangan minyak serta bahan bakar minyak (BBM).
Direktur Utama PLN EPI Rakhmad Dewanto mengatakan, pembangunan fasilitas regasifikasi LNG Tarakan merupakan bagian dari program gasifikasi nasional yang diinisiasi PLN untuk menekan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) listrik sekaligus meningkatkan ketahanan energi nasional.
“Penggunaan gas domestik menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan terhadap BBM impor. Selain itu, energi gas mampu menekan emisi karbon hingga sepertiga lebih rendah dibandingkan BBM, sejalan dengan target Net Zero Emission 2060,” ujar Rakhmad dalam keterangan resminya, Rabu (29/10/2025).
Rakhmad menambahkan, keberhasilan proyek tersebut merupakan hasil sinergi antara PLN EPI, Kayan LNG Nusantara, serta dukungan pemerintah daerah dan lembaga terkait.
“Koordinasi yang intensif membuat proyek ini dapat diselesaikan hanya dalam waktu 12 bulan. Ini menjadi bukti nyata kolaborasi energi nasional yang efisien,” jelasnya.
Proyek Percontohan Konversi BBM ke Gas
Fasilitas Mini Regas Tarakan menjadi pilot project konversi BBM ke gas yang akan diterapkan di berbagai wilayah lain di Indonesia.
Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN (Persero) Rizal Calvary Marimbo menuturkan, fasilitas ini dibangun untuk mengatasi permasalahan pasokan gas yang kerap tidak stabil di Tarakan.
“Selama ini, pasokan gas di Tarakan bersumber dari produksi minyak (associated gas) yang fluktuatif. Dengan adanya regasifikasi LNG, sistem kelistrikan akan lebih andal dan biaya operasional bisa ditekan secara signifikan,” ujar Rizal.
Menurut Rizal, penggunaan LNG sebagai energi transisi merupakan langkah konkret PLN dalam mendukung kebijakan nasional pengurangan emisi karbon dan peningkatan bauran energi bersih.
Contoh Nyata Sistem Energi Terintegrasi
Pelaksana Tugas Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM, Agung Kuswardono, menyebut proyek regasifikasi LNG Tarakan sebagai contoh nyata sistem energi terintegrasi yang siap direplikasi di daerah lain.
“Tarakan menjadi contoh bagaimana kota di perbatasan bisa memiliki sistem energi yang lengkap—mulai dari jaringan gas rumah tangga hingga regasifikasi LNG untuk listrik. Model seperti ini patut diperluas ke berbagai wilayah di Indonesia,” katanya.
Dukungan Pemerintah Daerah
Gubernur Kalimantan Utara Zainal Arifin Paliwang mengapresiasi langkah PLN EPI dan seluruh mitra yang terlibat dalam pembangunan proyek tersebut.
“Kota Tarakan adalah penghasil minyak dan gas, dan kini berkat kerja keras PLN, persoalan listrik semakin tertangani. Ini bukti kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan BUMN dalam memperkuat ketahanan energi nasional,” ucap Zainal.
Ia menambahkan, kehadiran fasilitas ini akan membuka peluang investasi baru di Kalimantan Utara, khususnya dalam pengembangan kawasan industri hijau dan wilayah perbatasan.
“Ini adalah langkah menuju masa depan energi yang bersih, berdaulat, dan berkeadilan,” tegasnya.
Wali Kota Tarakan Khairul turut menyambut positif kehadiran proyek ini yang diyakini akan memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan pelaku usaha.
“Ketersediaan energi listrik yang andal dan berkelanjutan adalah kunci pembangunan daerah. Fasilitas regasifikasi ini menjadi solusi konkret untuk menjamin pasokan energi di Tarakan,” pungkasnya.










Tim Redaksi