Nyiurpos.com, MANADO – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menggelar pengarahan strategis kepada seluruh kepala SMA, SMK, dan SLB se-Sulawesi Utara di Aula Mapalus Kantor Gubernur, Senin (20/7/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Sulawesi Utara menegaskan komitmen zero bullying, penguatan integritas kepala sekolah, hingga pentingnya membangun mental petarung dalam memajukan dunia pendidikan.

Pengarahan yang berlangsung sekitar tiga jam itu membahas berbagai isu strategis, mulai dari evaluasi pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), penguatan karakter peserta didik, pengelolaan dana pendidikan, hingga pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Gubernur mengawali arahannya dengan memberikan apresiasi kepada seluruh kepala sekolah dan tenaga pendidik atas suksesnya pelaksanaan MPLS Tahun Ajaran 2026/2027 yang berlangsung aman, tertib, ramah anak, dan bebas dari praktik kekerasan.

Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik.

Meski demikian, Gubernur mengingatkan agar seluruh sekolah menerapkan kebijakan zero bullying tanpa kompromi.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ia meminta setiap sekolah mengoptimalkan peran Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK), serta melarang keras upaya menutupi kasus kekerasan demi menjaga citra sekolah.

“Setiap kasus harus ditangani secara terbuka, adil, dan berpihak kepada korban. Tidak boleh ada toleransi terhadap perundungan di lingkungan sekolah,” tegasnya.

Selain itu, Gubernur menekankan bahwa kepala sekolah merupakan pemimpin pendidikan yang bertanggung jawab meningkatkan mutu sekolah, bukan sekadar menjalankan tugas administratif.

Ia meminta pengelolaan dana BOS dan BOSDA dilakukan secara transparan, akuntabel, dan bebas dari penyimpangan, sekaligus memastikan tidak ada anak usia sekolah yang putus sekolah sebagai bagian dari target zero drop-out di Sulawesi Utara.

Dalam mendukung program prioritas nasional, Gubernur juga menginstruksikan seluruh sekolah mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala sekolah diminta memastikan distribusi makanan berjalan tertib, higienis, dan tepat sasaran, sekaligus menjadikan program tersebut sebagai sarana membangun kedisiplinan dan pola hidup sehat peserta didik.
Menghadapi tantangan era digital,

Gubernur meminta sekolah memperkuat pendidikan karakter serta meningkatkan pengawasan terhadap berbagai ancaman seperti judi online, pinjaman online ilegal, penyalahgunaan narkoba, hingga dampak negatif penggunaan gawai.

Peran Guru Bimbingan dan Konseling (BK) diminta lebih dioptimalkan, disertai penguatan nilai-nilai kearifan lokal seperti Sitou Timou Tumou Tou dan Torang Samua Basudara dalam kehidupan sekolah.

Khusus bagi SMK, Gubernur mendorong penguatan kemitraan dengan dunia usaha dan industri agar lulusan lebih siap memasuki dunia kerja melalui program link and match serta sertifikasi kompetensi.

Sementara bagi SLB, peningkatan fasilitas ramah disabilitas menjadi prioritas untuk menjamin layanan pendidikan yang inklusif dan setara bagi seluruh peserta didik.

Menutup arahannya, Gubernur menegaskan seluruh kepala sekolah harus bekerja dalam satu komando, menjunjung loyalitas, disiplin, dan integritas, serta memiliki mental petarung dalam menghadapi berbagai tantangan dunia pendidikan.

“Kita tidak sedang bermain. Ini tentang masa depan anak-anak kita,” tegas Gubernur.