Nyiurpos.com, MINAHASA – Upaya Polres Minahasa dalam mencegah dan memberantas perjudian terus dilakukan dengan pendekatan langsung kepada masyarakat.
Melalui program “Samsung” atau Sambang Lokasi Sabung Ayam, jajaran Polres Minahasa menyambangi kawasan perkebunan Toka, Desa Kembuan, Kecamatan Tondano Utara, Kamis (27/8/2026).
Kehadiran polisi di lokasi tersebut dikemas melalui kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) Kristen yang diikuti sejumlah personel Polres Minahasa. Ibadah dipimpin Pdt. Brando Kondoj, M.Th., Pendeta Jemaat GMIM Betel Kembuan.
Dalam khotbahnya yang mengangkat tema “Pertobatan yang Benar”, Pdt. Brando mengajak umat untuk tidak hanya menjauhi perbuatan yang melanggar hukum, tetapi juga mendoakan mereka yang masih terjerat praktik perjudian agar mau meninggalkan kebiasaan tersebut dan benar-benar bertobat.
Langkah Polres Minahasa tersebut mendapat apresiasi dari Hukum Tua Desa Kembuan, Olke Teske Walalangi. Ia menilai keterlibatan kepolisian secara langsung di tengah masyarakat merupakan bentuk kepedulian dalam mencegah berbagai penyakit sosial, khususnya perjudian yang masih menjadi perhatian di wilayah tersebut.
Waka Polres Minahasa Kompol Deky Ridwan Pangandaheng menegaskan bahwa kawasan perkebunan semestinya digunakan untuk aktivitas yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, tempat tersebut seharusnya menjadi ruang untuk melakukan kegiatan positif dan mendekatkan diri kepada Tuhan, bukan dimanfaatkan sebagai lokasi perjudian.
Ia juga menjelaskan bahwa program Samsung merupakan bagian dari komitmen Kapolres Minahasa AKBP Steven J.R. Simbar untuk menghadirkan pelayanan kepolisian yang lebih dekat dengan masyarakat.
“Ini bukan pencitraan. Kami ingin hadir di tengah masyarakat dengan dasar kasih dan tuntunan Roh Kudus demi terciptanya masyarakat yang taat hukum,” ujarnya.
Selain program Samsung, Polres Minahasa turut menjalankan program “Kongkow-kongkow dengan Masyarakat” sebagai sarana membangun komunikasi secara langsung dengan warga.
Program tersebut menjadi ruang bagi kepolisian untuk mendengar berbagai keluhan dan persoalan yang dihadapi masyarakat, sekaligus mencari solusi secara bersama-sama.
“Tujuannya untuk belanja masalah, mengumpulkan informasi permasalahan masyarakat dan bersama-sama mencari solusinya,” pungkasnya.










Tim Redaksi