Nyiurpos.com, Minut – Polsek Likupang, Polres Minahasa Utara, bergerak cepat menangani keributan antar pelajar yang terjadi di Terminal Desa Likupang Dua, Kecamatan Likupang Timur, Kamis (23/7/2026).
Melalui pendekatan humanis dan mediasi, persoalan yang sempat memicu aksi saling pukul berhasil diselesaikan secara damai tanpa berlanjut menjadi konflik.
Keributan tersebut pertama kali dilaporkan warga kepada pihak kepolisian.
Menerima informasi itu, personel Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Likupang langsung mendatangi lokasi untuk menghentikan keributan dan mengamankan kedua pelajar yang terlibat.
Langkah cepat tersebut dilakukan guna mencegah aksi balasan serta menjaga situasi keamanan tetap kondusif di lingkungan sekitar.
Setelah kondisi terkendali, Bhabinkamtibmas Polsek Likupang Aipda Achmad Nasucha bersama Bripka Styflens Naua memfasilitasi penyelesaian melalui mekanisme problem solving.
Dalam mediasi itu, dua pelajar berinisial FA dan JS yang merupakan siswa SMA Negeri 1 Likupang dipertemukan dengan orang tua masing-masing.
Pertemuan juga dihadiri perwakilan pihak sekolah, Meike Massing, S.Pd., untuk mencari solusi terbaik atas permasalahan yang terjadi.
Melalui dialog yang berlangsung secara kekeluargaan, kedua pelajar sepakat menyelesaikan persoalan tanpa melanjutkannya ke proses hukum.
Mereka saling memaafkan dan berkomitmen untuk tidak mengulangi perbuatan yang sama di kemudian hari.
Kapolres Minahasa Utara AKBP Auliya Rifqie A. Djabar melalui Kasi Humas Polres Minut Iptu Steven Surentu mengapresiasi langkah cepat personel Polsek Likupang dalam menangani peristiwa tersebut.
Menurutnya, penyelesaian melalui pendekatan persuasif merupakan bagian dari upaya Polri menjaga keamanan sekaligus membangun hubungan yang baik dengan masyarakat.
“Upaya problem solving yang dilakukan Bhabinkamtibmas merupakan bentuk kehadiran Polri sebagai penyelesai masalah di tengah masyarakat. Pendekatan kekeluargaan sangat penting untuk menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif,” ujar Iptu Steven Surentu.
Ia juga mengajak orang tua dan pihak sekolah meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan remaja.
Menurutnya, sinergi antara keluarga, sekolah, dan kepolisian menjadi langkah penting dalam mencegah kenakalan remaja serta konflik antar pelajar.










Tim Redaksi