Nyiurpos.com, TALAUD – Respons cepat dan pendekatan humanis ditunjukkan jajaran Polres Kepulauan Talaud saat menangani aksi kenakalan remaja yang sempat mengganggu kegiatan perkemahan Pramuka di SMA Negeri 1 Talaud, Jumat (24/7/2026) dini hari.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 04.00 WITA ketika sekelompok pelajar tingkat SMP dan SMA melemparkan batu ke arah lokasi perkemahan. Meski tidak menimbulkan korban maupun kerusakan berarti, aksi tersebut sempat membuat peserta dan panitia perkemahan merasa tidak nyaman.
Mendapatkan laporan dari masyarakat, personel piket SPKT bersama piket fungsi Polres Kepulauan Talaud segera mendatangi lokasi. Kehadiran polisi tidak hanya untuk mengamankan situasi, tetapi juga memberikan rasa tenang kepada para peserta perkemahan yang sempat khawatir akibat insiden tersebut.
Alih-alih mengedepankan tindakan represif, petugas memilih langkah pembinaan dengan melakukan pendataan terhadap anak-anak yang terlibat serta berkoordinasi dengan pihak sekolah dan orang tua masing-masing. Pendekatan ramah anak menjadi prioritas guna memastikan peristiwa tersebut tidak berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
Kepala SPKT Polres Kepulauan Talaud, Ipda Steven Tacoh, mengatakan bahwa peran keluarga dan sekolah sangat penting dalam membentuk karakter generasi muda agar terhindar dari perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
“Anak-anak ini adalah masa depan kita yang masih membutuhkan bimbingan dan perhatian ekstra, baik dari orang tua maupun lingkungan sekolah. Kami hadir bukan semata-mata untuk menindak, melainkan mengayomi dan memberikan edukasi agar mereka memahami batasan serta tidak mengulangi perbuatannya. Kolaborasi antara kepolisian, pihak sekolah, dan orang tua sangat penting agar tumbuh kembang anak-anak kita tetap berada di jalur yang positif,” ujar Ipda Steven Tacoh.
Melalui komunikasi yang baik dan pembinaan secara kekeluargaan, situasi di lokasi perkemahan kembali kondusif. Kegiatan Pramuka pun dapat dilanjutkan seperti semula, sementara para pelajar yang terlibat mendapatkan arahan dan pendampingan agar tidak mengulangi tindakan serupa di kemudian hari.










Tim Redaksi