Nyiurpos.com, TALAUD – Ketenangan malam di Kompleks Analan, Kelurahan Melonguane Timur, Kabupaten Kepulauan Talaud, berubah menjadi kepanikan setelah kebakaran melanda bagian dapur rumah milik pasangan Albertus Katiandago (40) dan Belji Galambulaeng, Jumat (21/8/2026) sekitar pukul 21.00 WITA.

Rumah tersebut berada tepat di belakang Gereja Kasih Diaspora Melonguane Timur. Kobaran api yang terlihat dari bagian dapur dengan cepat mengundang perhatian warga sekitar.

Peristiwa pertama kali diketahui Toly Lena (68), seorang petani yang baru pulang dari kegiatan ibadah. Melihat api mulai membesar, Toly segera mengambil selang air sambil berteriak meminta bantuan kepada warga.

Respons warga pun berlangsung cepat. Dengan peralatan seadanya, masyarakat bergotong royong membawa air menggunakan galon dan ember. Kolam milik warga sekitar juga dimanfaatkan sebagai sumber air untuk mencegah api merambat ke bagian rumah lainnya.

Laporan kebakaran kemudian diterima personel Intelkam Polsek Melonguane, Bripda Ifen Wangkanusa. Jajaran Polsek Melonguane yang dipimpin Kapolsek Ipda Jemy R. Tipawael, bersama Kasat Intelkam Polres Talaud Iptu Yerry A. Karlos langsung bergerak menuju lokasi.

Setibanya di tempat kejadian, personel kepolisian membantu mengamankan situasi, mengarahkan warga serta ikut melakukan pemadaman. Berkat kerja sama aparat dan masyarakat, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 22.35 WITA.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dugaan sementara, kebakaran dipicu sisa bara dari tungku bekas pembakaran ikan yang jatuh dan mengenai tumpukan batok kelapa kering. Kondisi dapur yang sebagian besar menggunakan material kayu dan tripleks diduga turut mempercepat penyebaran api.

Meski bagian dapur terdampak, kesigapan warga bersama personel kepolisian berhasil mencegah api menjalar dan menyelamatkan sebagian besar bangunan utama rumah. Kerugian materiel sementara ditaksir sekitar Rp7 juta.

Kapolres Kepulauan Talaud AKBP Dwi Yatmoko yang meninjau langsung lokasi bersama Kabag Ops AKP Yakobus Melale, mengapresiasi respons cepat personel kepolisian dan kepedulian masyarakat dalam menangani kejadian tersebut.

Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terlebih di tengah kondisi cuaca panas ekstrem yang berkepanjangan.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati dan tidak meninggalkan sisa api pembakaran dalam bentuk apa pun di sekitar pemukiman. Di tengah cuaca panas ekstrem berkepanjangan saat ini, percikan api kecil dapat dengan cepat memicu kebakaran besar yang membahayakan keselamatan jiwa maupun lingkungan,” imbau Kapolres.