Nyiurpos.com – Manado – Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polresta Manado bergerak cepat merespons laporan dugaan tawuran antarpemuda yang terjadi di wilayah Kelurahan Banjer, tepatnya antara Lingkungan V dan kompleks Pasar Unyil, Kota Manado, Minggu (25/10/2026) sekitar pukul 03.30 WITA.
Menurut keterangan Kasat Reskrim Polresta Manado, Kompol Elwin Kristanto, pihaknya menerima informasi melalui Taruna Manado 1.0 terkait adanya sekelompok pemuda yang terlibat perkelahian di kawasan tersebut.
Menindaklanjuti laporan itu, Tim URC Resmob Bravo langsung bergerak menuju tempat kejadian perkara (TKP) guna mengantisipasi terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Namun, saat petugas tiba di lokasi, para pemuda yang diduga terlibat tawuran telah melarikan diri dan meninggalkan tempat kejadian.
Tak ingin kecolongan, Tim URC Bravo kemudian melakukan penyisiran di sejumlah titik sekitar lokasi kejadian untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif.
Dalam penyisiran tersebut, petugas mendapati personel Satuan Sabhara Rayon telah mengamankan enam pemuda yang sedang berkumpul di dalam sebuah rumah di kawasan kompleks Pasar Unyil.
Keenam pemuda tersebut selanjutnya dibawa ke Markas Komando (Mako) Polresta Manado untuk dilakukan pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut terkait peristiwa yang terjadi.
Kompol Elwin Kristanto menjelaskan bahwa langkah cepat yang dilakukan Tim URC merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam merespons setiap laporan masyarakat, khususnya yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas.
Kehadiran personel kepolisian di lapangan juga bertujuan mencegah terjadinya aksi kekerasan lanjutan yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat.
Polresta Manado terus meningkatkan kesiapsiagaan personel, terutama pada jam-jam rawan, guna mengantisipasi aksi tawuran, perkelahian antarkelompok, serta berbagai bentuk gangguan keamanan lainnya.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak mudah terprovokasi dan segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan lingkungan.
Hingga saat ini, keterlibatan keenam pemuda dalam peristiwa tawuran tersebut masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.










Tim Redaksi